Realitas menunjukan bahwa fenomena godaan untuk “selingkuh’’ selalu terjadi dimana saja, pada siapa saja dan kapan saja. Fenomena selingkuh mengancam esensi dari kesetiaan dalam hubungan perkawinan. Gereja dalam medan pastoral senantiasa berusaha menyuarkan tentang perlunya kesetiaan suami dan istri serta tanggung jawab dalam membangun bahtera rumah tangga. Fondasi paling kokoh dalam membangun sebuah hubungan yang harmonis adalah cinta sejati. Cinta sejati hanya menunjuk pada dua pribadi yang saling mencintai. Sehingga “Cinta disempurnakan dalam kesetiaan” (Soren Kierkegaard 1813-1855). Konsekuensi hubungan perkawinan merupakan kesetiaan dan kerelaan untuk bersama dalam memahami batasan dan bertanggung jawab satu sama lain. Permasalahan ketidaksetiaan ( selingkuh) yang sering terjadi sangatlah kompleks, bukan sebuah permasalahan baru. Hampir sebagian besar permasalahan dalam rumah tangga selalu timbul dari ketidakpaha...
KONSILI EKUMENIS merupakan sebutan “gatherings” dari otoritas Gereja Katolik yang bersifat universal. Konsili ekumenis bukan saja mengatakan “otoritas mengajar” dari Gereja Katolik, tetapi juga mencetuskan Tradisi yang di dalamnya Allah telah bekerja lewat Gereja. Disebut ekumenis, sebab konsili tersebut melibatkan seluruh Gereja Katolik, tidak partikular atau lokal. Produk dari Konsili Ekumenis berlaku untuk seluruh Gereja, bukan Gereja setempat. Tulisan ini merupakan ringkasan konsili-konsili yang pernah diadakan di dalam Gereja Katolik. Konsili ekumenis apa yang pertama dan yang ke dua puluh, dapat disimak dalam ringkasan berikut. Uraian-uraian ini menyiratkan bahwa Gereja Katolik senantiasa memperbarui diri dari masa ke masa (Ecclessia semper reformanda) dengan segala pengalaman jatuh bangun. Ada berbagai alasan mengapa konsili diadakan. Tetapi, yang sangat penting disimak ialah bahwa seiring dengan sejarah manusia yang berkembang, demikian juga tanggapan Gereja Ka...