Langsung ke konten utama

Postingan

Selingkuh dalam Perkawinan: Prespektif Gereja mengenai Moral Seksualitas

Realitas menunjukan bahwa fenomena godaan untuk “selingkuh’’ selalu terjadi dimana saja, pada siapa saja dan kapan saja. Fenomena selingkuh mengancam esensi dari kesetiaan dalam hubungan perkawinan. Gereja dalam medan pastoral senantiasa berusaha menyuarkan tentang perlunya kesetiaan suami dan istri serta tanggung jawab dalam membangun bahtera rumah tangga. Fondasi paling kokoh dalam membangun sebuah hubungan yang harmonis adalah cinta sejati. Cinta sejati hanya menunjuk pada dua pribadi yang saling mencintai. Sehingga “Cinta disempurnakan dalam kesetiaan” (Soren Kierkegaard 1813-1855).             Konsekuensi hubungan perkawinan merupakan kesetiaan dan kerelaan untuk bersama dalam memahami batasan dan bertanggung jawab satu sama lain. Permasalahan ketidaksetiaan ( selingkuh) yang sering terjadi sangatlah kompleks, bukan sebuah permasalahan baru. Hampir sebagian besar permasalahan dalam rumah tangga selalu timbul dari ketidakpaha...
Postingan terbaru

21 KONSILI EKUMENIS GEREJA KATOLIK 🌿

KONSILI EKUMENIS merupakan sebutan “gatherings” dari otoritas Gereja Katolik yang bersifat universal. Konsili ekumenis bukan saja mengatakan “otoritas mengajar” dari Gereja Katolik, tetapi juga mencetuskan Tradisi yang di dalamnya Allah telah bekerja lewat Gereja. Disebut ekumenis, sebab konsili tersebut melibatkan seluruh Gereja Katolik, tidak partikular atau lokal. Produk dari Konsili Ekumenis berlaku untuk seluruh Gereja, bukan Gereja setempat. Tulisan ini merupakan ringkasan konsili-konsili yang pernah diadakan di dalam Gereja Katolik. Konsili ekumenis apa yang pertama dan yang ke dua puluh, dapat disimak dalam ringkasan berikut. Uraian-uraian ini menyiratkan  bahwa Gereja Katolik senantiasa memperbarui diri dari masa ke masa  (Ecclessia semper reformanda)  dengan segala pengalaman jatuh bangun. Ada berbagai alasan mengapa konsili diadakan. Tetapi, yang sangat penting disimak ialah bahwa seiring dengan sejarah manusia yang berkembang, demikian juga tanggapan Gereja Ka...

RINDU

Rindu, aku pikir kau tahu kalimat itu. aku yakin. Rindu, apakah kau tak ingat apa-apa, tentang kita? Rindu,  semoga kau tak merindu,  apalagi bersedih. Rindu,  hapuslah rindumu dengan doa, ya, doa bahagia. Rindu untuk kita, Doa terbaik kita. Oleh. hzn

Tradisi Rasuli dari Hipolitus (215 M) Sembahyang 7 Waktu

Tradisi Rasuli dari Hipolitus pada tahun 215 M menguraikan waktu Sembahyang 7 kali dalam sehari: Sembahyang pembuka saat ayam berkokok yang disebut Galli Cantu , waktu doa ini untuk mengingatkan Peristiwa St. Petrus rasul menyangkal Kristus. Sembahyang pagi biasa disebut Laudes . Doa pagi  ini dimaksudkan dan diatur untuk menyucikan pagi hari dan baiknya dimulai sekitar fajar menyingsing, sesaat setelah bangun tidur dan biasa disebut saat teduh pagi.  Sembahyang jam ketiga Tertia setelah fajar. dilakukan di rumah dengan berdoa dan bernyanyi, jika sedang keluar rumah cukup berdoa di dalam hati, waktu doa ini untuk mengingatkan tentang datangnya Roh Kudus.  Sembahyang jam keenam Sextia setelah fajar atau pada tengah hari; waktu doa ini untuk mengingatkan saat penyaliban Kristus. Sembahyang jam kesembilan Nona setelah fajar atau jam tiga sore; waktu doa ini untuk mengingatkan akan air dan darah yang mengucur dari tubuh Kristus dan saat wafatNya ...

Tiga Doa Kuno Katolik dari Tokoh-Tokoh Gereja Paling Awal

Tiga Doa Kuno Katolik dari Tokoh-Tokoh Gereja Paling Awal Dalam kehidupan sehari-hari sebagai orang beriman, Tuhan ditempatkan sebagai sumber kehidupan. Melalui doa kita di tuntun untuk memperoleh belas kasihan dari Allah.  Dalam keyakinan kita sebagai orang katolik, doa merupakan media komunikasi dengan Sang Pencipta. Yang dalam pada itu jiwa dan raga diajak untuk berseru dan menyatu dengan Tuhan. Doa bukan sesuatu yang asing bagi umat Kristen umumnya, katolik khususnya. Sebab semasa Yesus menyebar ajaran-Nya, Dia telah mewarisi kita sebuah doa yang sangat indah yaitu Doa Bapa Kami. Pada awal kekristenan orang-orang Kristen mulai mengucapkan doa-doa spontan. Berikut ini adalah tiga doa orang Kristen yang hidup pada abad pertama Gereja.  Pertama: Doa St. Clement dari Roma, (sekitar 35-101) Kami mohon, Guru, untuk menjadi penolong dan pelindung kami. Selamatkanlah orang-orang yang menderita di antara kami; kasihanilah yang tertindas; Angkatlah yang jatuh; datanglah ...

TENTANG RINDU

Terkadang aku cemburu Cemburu dengan jubah mu.  Satu kerudung anggun sudah menambah kewibawaan mu.  Terkadang pula, aku lupa, Bahwa kau berjubah! Jubah yang sudah mengikat erat cinta mu, Pada panggilan mu.  Buruknya aku, Terlalu buruk, Dalam kosongku,  Hampaku, Aku masih rindu. Terkadang aku sadar dalam gila ku ini. Pantaskah aku merindu? Lalu diam? Tidak! Aku akan merendah, dan mendoakanmu. Suster. Oleh. hzn

GELAP BERSERI

Terpapar indah tak bergerak Luka-luka itu.  Pejaman sakit yang begitu dalam.  Hampa di terpa jam berlalu.  Sakit menusuk rasa  Kau bertanya, apakah kan berseri? Yah, berseri. Berseri pada gelap yang membendung.  Sungguh  Gelap dalam sunyi begitu mencekam rasa.  Tapi, habis lah gelap itu dimakan jam.  Berlalu dan berseri.   Oleh. hzn